Pilkades Serentak Pangandaran: TNI/Polri Mengaku Netral

Pilkades-Serentak-Pangandaran:-TNI/Polri-Mengaku-Netral
Pilkades serentak Pangandaran dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Tak terkecuali seluruh anggota Intel Kodim 0613 yang turut mengawal jalannya pilkades. Namun, sebelumnya pihak dari Kodim, Letu Inf. Wawan sudah menegaskan jika pihak mereka bersama dengan jajaran TNI/Polri lainnya akan bersikap netral dan tidak memihak kubu manapun. Pernyataan tersebut segera dirilis agar tidak menimbulkan desas-desus tidak mengenakkan di kalangan masyarakat.

Pihaknya bahkan menyampaikan jika akan menindak tegas dan juga memberikan sanksi terhadap TNI/Polri yang sampai ketahuan tidak netral atau memihak suatu golongan tertentu. Hal itu sudah disampaikan langsung ketika acara Koordinasi Lintas Sektoral berlangsung. Rapat tersebut dilangsungkan dalam rangka peninjauan serta pengamanan dalam proses Pilkades serentak Pangandaran, yang dilaksanakan di gedung Islamic Center Pangandaran , pada hari Jumat (8/11/2019).

Letu Inf, Iwan juga menyampaikan dengan jelas jika pihak mereka akan bersatu demi melakukan pengamanan terhadap proses berlangsungnya Pilkades yang dilaksanakan secara serental di tahun 2019 ini.

“Proses pengamanan akan dilakukan secara gabungan. Pihak kodim 0613 tidak akan melakukannya sendirian, melainkan akan terus menyesuaikan dengan mekanisme yang dilaksanakan oleh Polres Ciamis,” tutur Letu Inf. Iwan.

Proses pengamanan akan dilakukan secara berkala dan tentunya dengan penuh perhatian. Dikutip dari harapanrakyat.com, Sumari S.H., Kompol Kabag Ops yang ada di Polres Ciamis. Rencana pengamanan juga dilakukan secara bersamaan serta serentak, Sasaran yang menjadi fokus utama dalam pengamanan ini adalah pihak-pihak seperti benda, kegiatan, lokasi, dan tentunya orang-orang.
Mekanisme yang dijalankan dalam proses pengawasan di Pilkades serentak Pangandaran ini adalah pertama-tama harus mengetahui terlebih dahulu akar dari potensi permasalahan yang bisa muncul. pencegahan secara preventif dinilai sangat efektif demi terlaksananya proses pengamanan yang kondusif. Selain itu, usaha tersebut juga sangat penting untuk meminimalisir potensi terjadi kerusuhan di kalangan masyarakat, apalagi yang berbeda golongan.

Menurut penuturannya juga, di dalam SOP sudah tercantum apa saja tindakan pengamanan yang penting untuk dilakukan. Seluruh pihak yang terlibat hanya perlu saling menjaga dan tentunya mengawasi dengan baik segala proses yang berjalan. Sebelumnya juga akan dilakukan breafing atau pengarahan mengani teknis-teknis apa saja yang perlu diketahui ketika proses Pilkades serentak Pangandaran berlangsung.

Kompol Sumari yang menjadi ketua di dalam pelaksanaan program pengawasan ini menyampaikan dengan jelas bagaimana rencana yang akan dijalankan pada saat Pilkades berlangsung. Hasil yang diperoleh adalah jumlah personil yang akan dilibatkan mencapai 185 orang dengan susunan 30 TNI dan 152 personil yang berasal dari Polri.

Susunan jumlah tersebut sudah dirasa sangat ideal untuk bisa mencapai pengamanan yang maksimal. Dari segi jumlah terlihat yang paling banyak adalah personil Polri. Hal tersebut karena memang personil Polri lebih dekat dengan masyarakat sehingga akan lebih mudah dalam mengontrol masa. Semua tenaga terbaik dikerahkan agar bisa mencapai tujuan pengamanan yang diinginkan.

Jumlah tersebut dilakukan ketika tahap Pilkades sedang berlangsung. Masih ada tahapan selanjutnya dengan jumlah personil yang berbeda-beda. Jumlah personil yang berbeda-beda tersebut disesuaikan dengan tingkat kesulitan ketika menghadapi massa.

Pada tahapan kampanye, personil dari pihak TNI yang dikirimkan berjumlah 50 orang, sedangkan untuk pihak Polri mengirimkan personil sebanyak 376 orang. Berbeda lagi dengan tahap masa tenang yang tidak terlalu banyak membutuhkan personil. Pada tahap tenang, personil yang dikirimkan oleh TNI adalah 30 orang, sedangkan untuk jumlah personil Polri yang diutus adalah sejumlah 173 orang.

Tidak berhenti di tahapan itu saja, masih ada proses selanjutnya yang memiliki jumlah pengawas yang berbeda-beda pula. Tahapan tersebut adalah ketika masa penetapan atau penghitungan suara. Pada masa ini dibutuhkan banyak personil untuk melakukan pengawasan, yakni dikirimkan sekitar 30 TNI dan 173 Polri. Lalu, selanjutnya untuk masa pelantikan akanada personil TNI sebanyak 30 orang dan personil Polri sebanyak 175 orang.

Pada intinya, pihak Kodim sudah menginformasikan jika pihak mereka tidak akan pernah melakukan hal yang memihak terhadap suatu golongan. Mereka menyadari jika fungsi dan tugas yang diemban adalah untuk menertibkan serta mengawasi masyarakat ketika terjadinya Pilkades serentak Pangandaran.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pilkades Serentak Pangandaran: TNI/Polri Mengaku Netral"

Post a Comment